RINGKASAN
Oleh : Wangi Satutik
Anggrek merupakan salah satu tanaman hias yang sangat prospektif sebagai komoditas non migas. Tanaman anggrek digunakan sebagai sumber bunga potong dan tanaman pot, serta tanaman taman. Dendrobium merupakan salah satu jenis anggrek banyak digemari karena mempunyai warna, bentuk dan ukuran yang sangat beragam, serta mempunyai daya tahan kesegaran bunga lebih lama sebagai bunga potong. Pengadaan bibit dengan teknik kultur jaringan menggunakan modifikasi macam nutrisi dan bahan organik pisang raja diharapkan mampu mengatasi salah satu kendala dalam pembiakan secara in vitro yaitu dalam hal pengadaan media.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mencari nutrisi media alternatif dan konsentrasi pisang yang tepat untuk pembiakan anggrek Dendrobium secara in vitro. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Fisiologi dan Bioteknologi Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret Surakarta pada bulan Januari sampai Mei 2009. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap yang disusun secara faktorial. Faktor pertama adalah macam nutrisi yaitu VW, Growmore, Formula AB-Mix. Faktor kedua adalah konsentrasi ektrak pisang yaitu 0 g/l, 50 g/l, 100 g/l, dan 150 g/l sehingga terdapat 12 kombinasi perlakuan masing-masing diulang sebanyak 3 kali. Data yang diperoleh pada semua variabel dianalisis ragam berdasarkan uji F 5%, apabila terdapat pengaruh yang nyata pada perlakuan dilanjutkan DMRT 5% dan uji regresi. Data pada saat muncul kalus dianalisis deskriptif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua macam nutrisi yang diujikan dapat digunakan sebagai media alternatif untuk pembiakan anggrek Dendrobium secara in vitro. Media tanpa penambahan pisang menunjukkan hasil terbaik pada variabel tinggi planlet, jumlah daun, saat muncul tunas dan jumlah tunas, sedangkan media dengan penambahan pisang pada konsentrasi 50 g/L menghasilkan panjang akar yang terpanjang. Kombinasi perlakuan nutrisi AB-Mix dengan penambahan pisang 50 g/l menghasilkan saat muncul akar tercepat (14,33 HST). Kombinasi perlakuan AB-Mix tanpa penambahan pisang menghasilkan jumlah akar terbanyak (10 helai). Perlakuan yang menghasilkan kalus antara lain pada kombinasi perlakuan nutrisi VW, Growmore dan AB-Mix dengan penambahan pisang 0 dan 50 g/l. Tekstur kalus yang dihasilkan kompak dan warna kalus hijau.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar