HUKUM KEKELAN ENERGI sungguh mengagumkan. Hukum ini seperti menjelaskan korelasi antara materi alam dan kebesaran Tuhan Sang Maha Pencipta. Hukum ini berbunyi : "Jumlah Energi di alam semesta bersifat tetap". Itu berarti energi tak akan diciptakan lagi dan tidak akan pernah hilang. Jumlah energi di alam semesta selalu sama, sejak awal enciptaan hingga musnahnya nanti. Tuhan pun menciptakan alam semesta secara sempurna dan tak mungkin melakukan tambal sulam atas ciptaanNya. Semuanya telah disiapkan secara lengkap, termasuk besaran energi di dalamnya.
Walaupun jumlahnya selalu tetap, energi dapat berubah bentuk. Dalam proses alam, air dapat berubah menjadi uap, kayu menjadi bara api, uranium menjadi energi maha dahsyat baik untuk kemaslahatan manusia (reaktor nuklir untuk pembangkit tenaga listrik dan sumber energi lainnya) atau memusnahkan sesama manusia (dalam bentuk bom atom), listrik mejadi tenaga gerak dan lain-lain. Ketika beraktivitas sehari-hari, kita juga mengubah energi satu bentuk ke bentuk lainnya. Misalnya, gerakan tangan menjadi sebuah tulisan, mengeluarkan energi ketika berolahraga membuat badan sehat, menuntut ilmu alan memperluas wawasan, memberikan senyuman hangat membuahkan rasa cinta, amarah menjadi rasa takut, berkunjung ke rumah teman menjalin keakraban dan sebagainya.
Yang pasti, bagaimanapun wujud perubahannya, jumlah energi selalu tetap. Tak ada energi yang hilang dan tak ada yang ditambahkan. Setiap hari manusia senantiasa mengeluarkan energi, misalnya ketika kita bekerja, menjamu teman dan mengajarkan kesalehan kepada anak-anak. Semuanya itu tak akan pernah sia-sia karena energi itu tidak hilang. Contoh lainnya, setelah mengeluarkan energi untuk bekerja, kita akan merasakan energi itu kembali dalam bentuk gaji dan apresiasi dari atasan. Energi untuk mengajar anak-anak tentang kesalehan akan kembali dalam bentuk bakti anak-anak kepada orangtua. Sedangkan energi ketika menjamu teman akan kembali dalam bentuk persahabatan dan kepercayaan.
Berdasarkan hukum Kekekalan Energi, nilai energi yang kembali pasti sama dengan energi yang dikeluarkan.
Ternyata energi di dunia ini ada dua kategori, yaitu energi positif dan energi negatif. Bila kita melakukan aktivitas positif, hal itu disebut energi positif ("epos"). Sebaliknya bila kita melakukan aktivitas / perbuatan negatif, disebut energi negatif. Balasan yang akan kita terima dari perbuatan yang kita lakukan tergantung dari jenis energi yang kita keluarkan. Bila kita mengeluarkan energi positif, buahnya adalah kebaikan, kedamaian, kebahagiaan dan hal posistif lainnya. Sementara bila kita mengeluarkan energi negatif, yang akan kita panen adalah penderitaan, musibah, bencana, rasa sakit dan hal negatif lainnya.
Bencana alam dan musibah lainnya di negeri kita yang datang silih berganti adalah buah energi negatif kolektif yang kita lakukan sebelumnya. baik berupa korupsi kolektif, exploitasi alam yang tak terkendali dan aktivitas negatif lain yang kita lakukan secara kolektif.
Cara kerja Hukum Kekekalan Energi adalah pasti. Untuk itu, mari kita hindari melakukan energi negatif kolektif. Hal ini membuktikan bahwa Hukum Kekekalan Energi benar-benar bekerja dalam kehidupan kita. Berhentilah menebar energi negatif, terutama energi negatif kolektif, maka kita akan terhindar dari akibat negatif.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar